NUSA PENIDA : GET LOST HARI 1

Pantai Sanur adalah salah satu alternatif pelabuhan penyebrangan ke Nusa Penida. Akhir Juli 2016 saya pergi bersama teman saja. Kami dijadwalkan menyebrang pukul 10.00 wita, saking excitednya kami sudah tiba di Sanur pukul 9 wita. 1 jam menunggu, kami mulai mengamati orang hilir mudik di depan kami. Anak2, muda mudi, keluarga kecil hingga pasangan berumur, ngobrol, duduk, selfi, haha hihi. Berbicara dengan bahasa asing dan berambut pirang bawaan, bukan seperti saya yang berambut asli hitam tapi sengaja dipirangkan. Hahaha.. Lalu berhitung ada berapa orang Indonesia di sini. Hasilnya? Hanya beberapa saja, itupun didominasi pegawai operator kapal. Jangan heran ya.. ini di Bali!

Bersiaplah nyeker saat masuk ke kapal karena penumpang harus jalan menembus air. Setinggi lutut itu biasa, apesnya jika terkena ombak, yang tadinya selutut bisa naek sampai ke perut. Hahaha.. mirip pelabuhan bayangan. Kapal tidak bisa terlalu menepi karena memang tidak memiliki dermaga, jadi untuk para penumpang..harap maklum sodara-sodara... Tapi percayalah, pelabuhan ini jadi favorit pelancong yang akan berlibur ke Penida, Lembongan, bahkan Gili Trawangan. Beberapa operator kapal siap mengantarmu menggunakan kapal cepat. Sip kan?


TRANSPORTASI SELAMA DI PENIDA

Sebagai traveller yang ingin wisata lengkap, bahagia, dan murah meriah, kami memilih menyewa motor. Tarifnya 125rb/motor untuk 24 jam sudah termasuk bensin full tank. Saya nego menjadi 30 jam. Boleh? Boleh dong.. kalau tidak boleh kami tidak jalan2. Aheeeee..

Sewa mobil tentu saja ada, apalagi paket wisata. Tinggal duduk, dijemput, diantar jalan, dan diantar pulang ke hotel. Yah.. itu pilihan masing2 traveller. Jangan khawatir.. banyak cara untuk jalan2.


TENTANG BENSIN DAN UANG CASH

Owh iya..yang saya tau di Nusa Penida hanya ada 1 Pom Bensin, yaitu di dekat pelabuhan. Lalu untuk ATM? Sama halnya dengan pom bensin, hanya ada 1 di dekat pelabuhan. Jadi pastikan bensin dan uang cash cukup untuk selama liburan.

Saya pun sudah memastikan bensin diisi full tank oleh pemilik motor, uang cash juga sudah cukup.


PENGINAPAN YANG DAMAI & MENENANGKAN

Sudah pasti banyak yang tau bahwa pulai ini punya banyak tempat wisata menarik. Viewnya tak diragukan lagi. Alamnya pun masih asri. Penginapan banyak tapi tak terlihat bertebaran. Saya menginap di sebuah bungalow dekat Crystal Bay.Ananta Bungalow. Jalanan sepi, tidak ada kendaraan umum, banyak lahan kosong. Bungalow ini ada di tengah pemukiman penduduk, kampungnya rindang, banyak pohon kelapa, setiap rumah punya pekarangan, nyaman, dan damai. Berada di tempat ini saya bisa mendengar dengan jelas bunyi dedaunan yang saling bergesekan karena tertiup angin, samar-samar juga terdengar suara hewan entah apa namanya yang berbunyi tanpa putus seperti tak pernah kehabisan napas. Menenangkan.. terlebih ketika pemilik bungalow memberikan 1 buah kelapa segar sebagai wellcome drink. Bisa dibayangkan kan betapa nikmatnya?? Cobalah sendiri jika teman2 suka suasana seperti ini.

Suasana di depan penginapan. Benar2 natural

Beberapa penduduk memelihara babi hutan. Dan untuk pertama kalinya saya melihat babi hutan dalam berbagai macam gaya. Tidur, bengong, makan, mondar mandir, ngendus2. Kakinya diikat tali dan talinya ditambatkan pada sebuah pohon, hidup setengah bebas di pekarangan rumah pemiliknya. Ternyata mereka binatang cuek, tak tertarik sedikitpun ketika ada kendaraan lalu lalang tak jauh dari tempatnya.

Ini loh babi hutannya


Jangan kaget jika sesampainya di tempat ini kamu akan kehilangan sinyal, baik itu sinyal internet maupun sinyal telepon. Operator warna merah milik saya pun sulit terhubung dengan jaringan. Tak mengherankan karena kontur tanahnya memang berbukit. Beruntung pemilik bungalow menyediakan akses wifi gratis. Ia sempat bercerita bahwa untuk mendapatkan akses internet ia harus merogoh kocek dalam2 untuk biaya tarik kabel bermeter2. Good Job Mbak Putu, anda tau betul apa itu kenyamanan bagi tamu.



GET LOST

Berbekal aplikasi peta dan informasi singkat dari Mbak Putu, saya dan teman saya berangkat menuju Nusa Penida Barat. Pantai Kelingking, Angel Billabong, Broken Beach, dan Pantai Andus yang kondang karena waterblownya.

Percaya Diri.. begitulah kami. Sudah saya ceritakan tadi di awal bahwa di Nusa Penida masih banyak lahan kosong. Jarak antara kampung satu dengan yang lain terkadang cukup jauh. Selama perjalanan, kami jarang bertemu dengan kendaraan. Justru kami bertemu dengan anak2 sekolah yang beramai2 pulang ke rumah, wajahnya ceria tanpa rasa takut. Entah sekolah di mana dan rumahnya di mana, yang pasti saat itu kami melintas di kebun yang panjang. Saya jadi ingat masa kecil saya, saya tak pernah berjalan kaki sejauh itu untuk sekolah.

Perjalanan menuju Pantai Kelingking awalnya baik2 saja. Plang jalan warna hijau milik pemerintah terpasang dengan jelas. Lama-lama berubah menjadi plang kayu buatan masyarakat sekitar. Sinyal juga hilang timbul. Tibalah kami di satu pertigaan tanpa plang jalan. Bingung? Pasti. Ini pemukiman penduduk tapi orangnya tidak ada yang di luar rumah. Beruntung ada bule lewat, mereka sama2 bingung seperti saya. Hanya saja tujuannya berbeda, kalau tidak salah mereka menuju Tembeling. Kami lebih bingung lagi, itu di mana, dan kebetulan tidak ada dalam list tujuan kami. Kami bercerita akan menuju Kelingking Beach, beruntung sekali mereka menunjukkan jalannya. Kami ikuti petunjuk bule tadi, menemukan penunjuk jalan dan kami sampai dengan selamat.

Sudah banyak yang tau bahwa Pantai Kelingking punya banyak spot foto menarik. Foto di atas pohon dengan latar belakang hamparan laut atau mau foto di atas pemandangan karang yang katanya mirip kelingking? Atau mungkin mau turun ke pantai dengan trek terjal? Silakan.. itu adalah pilihan setiap orang bagaimana mau menikmati alam. Nikmatilah alammu sesuai dengan caramu.

Keren kan?

Coba tebak manjatnya bagaimana?

Perjalanan berikutnya adalah Angel Billabong. Berdasarkan informasi yang saya dapat di internet, Angel Billabong berdekatan dengan Broken Beach, hanya butuh jalan sedikit saja. Artinya saya hanya perlu menuju salah satu tempat saja untuk kemudian berjalan ke tempat yang satunya. Jalannya aspal, namun ada beberapa titik jalanan rusak, berkerikil, kadang berbatu saking rusaknya. Perlu ekstra hati2 ya..

Ada Masalah Lain

Tiba2 di tengah perjalanan, motor bunyi blebeg2. Waduhhh... kenapa ini? Bergegas kami berhenti dan mematikan motor. Teman saya langsung sadar.. ini sepertinya kehabisan bensin. Dan ketika membuka tanki bensin.. Jreng jreng.... Benar.. KAMI KEHABISAN BENSIN!! Oh my God bagaimana ini?... hanya itu yang ada di kepala saya. Lebih bingung lagi karena saat itu kami berada di lahan kosong, kanan kiri kebon. Jauh sekali dari penjual bensin eceran yang sempat kami temui di jalan. Kami nekat berjalan maju berharap menemukan penjual bensin di depan. Saya berjalan membantu mendorong motor sambil mendengar teman saya berkomentar "tadi kan u yang ngecek, katanya full. ini mah gak full kalo udah habis.. tadi gimana ngeceknya?" bla3x dan sebagainya saya dengarkan saja. Tentu saja saya melakukan pembelaan karena saya benar2 melihat full tank (sebenarnya turun sedikit sih...hihihi).

Kami bernapas lega karena di depan ternyata ada pemukiman penduduk. Ada ibu2 sedang momong anaknya di luar rumah, kami bertanya dimana ada penjual bensin? "Wah penjual bensinya jauhhh.. di sini tidak ada lagi. Harusnya tadi sebelum belok ke sini".  Dan kamipun lemas! Mendorong motor sejauh 3 km lebih?? Ya ampun.. perjalanan macam apa ini?? Akan menjadi sejarah hidup jika benar2 terjadi.

Mungkin karena kasian melihat kami, si ibu tadi menawarkan jasa pembelian bensin. Kami hanya diminta menunggu, sementara suaminya membelikan bensin untuk kami. Owh iya kami juga dipersilakan menunggu di dalam rumah, tapi karena segan kami memilih menunggu di pos ronda depan rumahnya. Teman saya tak henti2nya berkomentar soal bagaimana saya mengecek tanki bensin. Kali ini saya tertawakan saja.

Masalah selesai dan kami berterima kasih kepada keluarga kecil yang suka rela membantu kami. Semoga Tuhan memberkati orang2 baik seperti ini.

Perjalanan berlanjut tanpa masalah. Angel Billabong dan Broken Beach tak diragukan lagi keindahannya, hanya saja ombaknya cukup besar jadi kami tidak turun ke Angel Billabong, melihat dari atas saja sudah cukup.

Angel Billabong

Broken Beach
Menuju Pantai Andus perjalanannya tak begitu mulus, jalan banyak yang rusak. Setelah mengikuti plang jalan, jalannya hanya ada 1.. lurus saja tanpa perempatan. Sejujurnya saya tidak tau, benarkah ini Pantai Andus? Tidak ada informasi jelas ini pantai apa. Anggap saja benar ya.. tanahnya berbatu (lebih tepatnya karang), beberapa pohon nampak tumbuh diantara karang. Dan tentunya pemandangan luar biasa di depan mata, ombak menjulang tinggi menabrang dinding karang.. suaranya begitu menggelegar. Saya sempat berpikir, berapakah tekanan yang ditimbulkan hingga mampu membentuk hempasan air yang begitu tinggi? Seandinya saya ikut terhempas minimal saya akan patah tulang. Ah sudahlah abaikan, yang saya perlu lakukan adalah foto sepuasnya, lalu segera pulang ke penginapan karena matahari mulai tenggelam. Apa? matahari mulai tenggelam? Iya.. sunset.. Bahkan saat itu saya tidak tertarik dengan sunset, mengingat perjalanan kami jauh dan sangat sepi. Lagipula kemarin kan sudah lihat sunset di Labuan Bajo (sombongggg).

Gaya aneh
 
Sunsetnya
Kami pulang saat hari mulai gelap, lalu di jalan tentu saja menjadi benar2 gelap. Saya iseng melihat ke belakang, saya baru sadar ternyata tidak ada lampu jalan. Sangat gelap, bahkan pohonnya tak kelihatan. Jiper? Iya sedikit. Kalo ada orang jahat bagaimana? Kalau ada binatang buas bagaimana? Ada rasa lega ketika bertemu perkampungan penduduk. Terang, gelap, terang, gelap begitu seterusnya sampai akhirnya menemukan tempat makan. Kami makan.

Perjalanan setengah hari yang menyenangkan, membingungkan, mendebarkan, dan meninggalkan cerita absurd. Lengkap dan tidak akan pernah saya lupakan!

SELAMAT BERISTIRAHAT
Sampai di penginapan sudah pukul 9 malam. Suasananya begitu sunyi, tak jauh berbeda dengan siang hari, suara alamnya lebih mendominasi. Saya tertidur lelap.

Tunggu cerita selanjutnya 


Comments

  1. Babi nya kho ga kelihatan mbak 😄😄😄😄. Btw gokil banget bisa nya kehabisan bensin 😅

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts